Kece Badai » Blogging » Cara Membuat Artikel untuk Blog Bagi Pemula

Cara Membuat Artikel untuk Blog Bagi Pemula

Cara Membuat Artikel untuk Blog

Saya pernah bahas sebelumnya soal bagaimana cara membuat blog. Pada postingan tersebut membahas subjudul, masalah postingan atau penulisan artikel.

Nah, pada bahasan ini, Saya akan lebih spesifik lagi menjelaskan mengenai bagaimana cara membuat artikel untuk blog bagi pemula.

Tentunya yang enak dibaca, SEO Friendly, dan esensi dari isi artikel tetap terjaga. Artinya artikel tersebut berkualitas dan layak menempati tempat terbaik di mesin pencari.

Bagaimana caranya? Simak baik-baik!

1. Cara Membuat Artikel untuk Blog

Langkah awal yang perlu Anda lakukan dalam cara membuat artikel adalah, membuat tulisannya terlebih dahulu, sebelum memindahkannya ke dalam CMS (blogger, wordpress, dll).

Tema Bahasan

Pertama, Anda perlu menentukan tema apa yang ingin Anda bahas, bisa menyesuaikan dengan niche blog, atau ide lainnya. Sebaiknya sih yang masih senada dengan niche blog, agar relevan.

Tapi, untuk blog campuran, Anda bebas menulis tema apa saja untuk artikel, yang penting kategorinya sesuai dengan yang sudah ada.

Kata Kunci

Jika menargetkan audience yang berasal dari mesin pencari (organic traffic), tentunya pemilihan kata kunci yang tepat jangan sampai terabaikan.

Kata kunci ini bisa ibaratkan identitas sebuah artikel untuk search engine. Karena, saat melakukan pencarian Google misalnya, kita pasti akan menulis kata-kata tertentu.

Contohnya, “cara membuat baju”, “jual baju murah”, dan masih banyak lagi.

Kata Kunci
Contoh kata kunci yang diketik pada search box Google

Nah, kata kunci ini yang akan kita gunakan untuk menjelaskan maksud dalam artikel.

Kata kunci juga bisa menentukan perkiraan jumlah pengunjung yang masuk, dengan cara merisetnya terlebih dahulu.

Banyak metode yang bisa Anda gunakan dalam riset keyword (kata kunci), seperti menggunakan Google Keyword Planner, Ubersuggest dan lainnya.

Intinya, riset keyword ini untuk mendapatkan perkiraan berapa jumlah pencarian bulanan, dan bagaimana tingkat persaingannya untuk kata kunci tersebut.

Kalau kita asal tulis artikel tanpa riset keyword terlebih dahulu, susah untuk mendapatkan visitor organik. Karena, Anda tak tahu pada kata kunci tersebut berapa orang pencarinya.

Prinsipnya, buatlah artikel yang orang lain cari. Dan salah satu cara mengetahui yang orang cari adalah dengan riset keyword pada awalnya.

Jika Anda punya blog yang masih baru, Saya sarankan untuk mencari kata kunci yang jumlah pencariannya sedang, tetapi tingkat persaingannya rendah.

Untuk metode riset keyword ini sebenarnya agak panjang untuk dibahas, mungkin Anda bisa baca cara riset keyword.

Menentukan Judul yang Tepat

Setelah melakukan riset keyword, selanjutnya Anda bisa membuat judul tentang bahasan yang Anda tulis.

Judul sangat berperan penting dalam sebuah artikel. Judul ini adalah gambaran utama atau identitas sebuah artikel.

Begitu pun bagi search engine, judul sangat berpengaruh dalam menempatkan artikel pada tempat yang seharusnya.

Pembaca pun akan melihat judul terlebih dahulu sebelum membaca lebih lanjut.

Misalnya, kalau Anda ketik “cara menulis artikel” apa mungkin yang keluar judulnya “cara memilih ikan hias” dan sejenisnya? Tak mungkin bukan?

Contoh Judul Artikel di Google
Artikel yang muncul ketika diketik keyword cara menulis artikel.

Gambar tersebut contohnya. Hasil teratas untuk keyword “Cara menulis artikel” masih berkaitan dengan keyword yang Anda ketik.

Well, jika begitu, maka buatlah judul sesuai kata kunci yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Contoh: Kalau Anda menargetkan kata kunci “cara memilih ikan hias”, maka judul yang bisa Anda gunakan seperti:

  1. 10 Cara Memilih Ikan Hias yang Bagus
  2. Tak Usah Bingung, Begini Cara Memilih Ikan Hias yang Bagus!

Anda bisa kreasikan judul sesuai ide yang Anda miliki, tetapi tetap cantumkan keyword pada judul tersebut.

Tak mesti berurutan keywordnya atau plek sama persis, asalkan maksudnya masih sama.

Dan yang terpenting, judul harus merepresentasikan isi artikel. Jangan sampai judul begitu heboh, tapi isinya tak seheboh judulnya. Tentu ini akan membuat pembaca kecewa.

Isi Artikel

Yang perlu Anda perhatikan selanjutnya dalam cara membuat artikel, ialah isi artikel itu sendiri.

Ini yang paling penting, isinya! Orang membeli sebuah produk, yang berguna adalah isinya, bukan dus atau bungkusnya!

So, buatlah isi artikel yang kaya informasi, tak melebar kemana-mana, serta menjelaskan secara rinci dan mudah dimengerti.

Isi artikel umumnya terdiri dari beberapa bagian:

  • Kalimat Pembuka
  • Subjudul
  • Penutup
  • Media

Anda bisa menaruh inti artikel (pokok) pada bagian awal (kalimat pembuka) atau dalam subheading tersebut.

Misalnya berita, mereka menaruh inti permasalahan atau pokok bahasan pada awal tulisan.

Dalam artikel, sertakanlah kata kunci yang sudah Anda tetapkan sebelumnya. Tak perlu banyak-banyak atau dengan persentase tertentu, buatlah senatural mungkin, mengalir begitu saja.

Yang penting, terdapat satu atau dua pengulangan keyword dalam artikel. Terutama pada bagian awal-awal tulisan.

Berapa jumlah kata ideal dalam sebuah artikel?

Tak ada angka yang pasti!

Jangan terlalu banyak kalimat basa-basi dengan tujuan memperbanyak kata. Sudah bukan eranya lagi artikel-artikel panjang berjaya di peringkat atas mesin pencari.

Coba saja tengok media-media besar yang cuma menulis kurang dari 500 kata tapi posisinya bagus.

Tapi, jangan juga buat artikel terlalu pendek kalau bahasannya perlu mendetail.

Sesuaikan saja jumlah kata dengan bahasan. Kalau perlu bahasan mendalam, buat artikel panjang, kalau yang bahasannya singkat, buatlah artikel pendek.

Gaya Penulisan

Gaya penulisan sebenarnya tergantung target audience Anda, jika tertuju untuk anak-anak muda, sebaiknya gunakan bahasa santai. Tapi kalau targetnya orang tua dan bahasan yang sifatnya resmi, sebaiknya gunakan gaya penulisan formal.

Secara umum, Saya sendiri biasanya menulis dengan gaya bahasa santai, tapi tak terlalu santai banget dan terlalu banyak menggunakan bahasa gaul. Sesuaikan saja dengan bahasan, agar tak terlalu kaku dan tak terlalu formal.

Bagaimana agar tulisan enak dibaca?

Tulislah seperti berbicara kepada orang lain. Anda bisa gunakan bahasa sehari-hari, namun yang sekiranya orang-orang pada mengerti.

Dan, sebisa mungkin jangan terlalu banyak kalimat pasif, misalnya menggunakan awalan “di”. Contohnya Dimengerti, Dihargai, Dikerjakan dan lainnya.

Gantilah kata-kata tersebut memakai kalimat aktif, yang meenggunakan awalan “me”. Misal, Mengerti, Menghargai, Mengerjakan dan lainnya.

Tetapi, jangan terlalu memaksakan kalimat juga, malah tidak enak nanti terbacanya.

Satu lagi, jangan kebanyakan basa-basi. Tetapi basa-basi juga perlu agar bacaan jadi tidak kaku.

Subjudul

Subjudul

Subjudul ini penting untuk menjelaskan lebih rinci suatu pokok masalah.

Selain itu, subjudul penting untuk menavigasi pembaca, agar mereka tahu fokus apa yang sedang dibahas.

Dan, subjudul juga berguna untuk menjeda tulisan.

Anda bisa meletakkan kata kunci pada subjudul. Tapi, ini sifatnya opsional. Jika tak memungkinkan menaruh kata kunci pada subjudul, jangan memaksa, malah jadi aneh.

Contoh artikel yang kerap menggunakan subjudul adalah artikel list. Penting sekali penggunaan subjudul untuk tiap daftar yang tertera.

Gunakan poin lebih rinci dengan menggunakan subjudul turunan (h2, h3, h4 dst…).

Media

Cara membuat artikel yang baik, harus memperhatikan segala aspek, tidak cuma teks semata. Media adalah salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian.

Media pada artikel berguna untuk memperkaya isi konten, sekaligus sebagai pemanis antara jejalan kalimat.

Selain itu, media penting sebagai penjelas suatu permasalahan. Biasanya, artikel tutorial banyak menggunakan gambar, untuk penjelasan lebih akurat.

Bayangkan saja, artikel Anda isinya cuma teks semua tanpa jeda! Pasti bikin mata pegal melihatnya.

Nah, media ini berguna sebagai relaksasi mata dari tumpukan teks yang bikin pusing.

Paragraf singkat juga baik untuk menjeda teks, dan tidak membuat pusing pembaca.

Sebisa mungkin, gunakan gambar yang jelas, yang merepresentasikan bahasan, serta memiliki resolusi yang bagus. Setidaknya gambar masih bagus kalau terlihat menggunakan PC.

Yang pasti, gambar menarik lebih banyak yang suka dan memancing minat pembaca, ketimbang gambar yang biasa-biasa saja.

Anda bisa menggunakan gambar dari hasil jepretan sendiri, atau mengambil foto-foto gratis yang bisa Anda gunakan ulang. Situs yang menyediakan gambar gratis seperti Pixabay.

Sedikit tips, kalau Anda mau mencari gambar yang dapat digunakan ulang, Anda bisa ke Google image, Fitur, Hak Penggunaan, Lisense Creative Commons.

Google akan memfilter gambar apa saja yang sifatnya free license atau dapat Anda gunakan untuk berbagai tujuan.

Atau, bisa screenshoot saja seperti beberapa gambar pada postingan ini.

Selain gambar, Anda juga bisa menambahkan video agar lebih menarik. Atau bisa kombinasikan keduanya.

Jangan lupa, kompres dulu gambar-gambar yang akan Anda gunakan, agar postingan Anda tidak lemot saat orang lain membukanya. Bisa kompres secara online, atau menggunakan Photosop.

Berapa gambar/video yang digunakan dalam satu artikel?

Tergantung kebutuhan, tapi minimal ada satu media. Karena, gambar juga akan ikut terindeks, jadi punya peluang untuk dapat pengunjung yang mencari dari Google Images.

Atau bisa juga Anda tempatkan satu media per subjudul.

2. Menerapkan Artikel Dalam Blog

Jika tulisannya sudah jadi, maka tahap cara membuat artikel untuk blog selanjutnya adalah menerapkannya ke dalam format blog.

Banyak platform blogging yang bisa kita gunakan, seperti Blogger, WordPress, Tumblr, Wix dan lainnya.

Cuma, yang populer di Indonesia adalah Blogger (blogspot) dan WordPress.

Penerapan artikel ke blog
Logo WordPress

Format Judul, Subjudul dan Teks

Judul dalam blog, defaultnya sudah <h1>, sedangkan subjudul serta turunannya h2, h3 dst.

Jangan lupa untuk sertakan tanda baca yang tepat pada teks, gunanya agar enak dibaca dan mudah dimengerti.

Oh ya, jika Anda menulis artikel menggunakan MS Word, Saya sarankan untuk copy ke notepad terlebih dulu, agar format bawaan MS Word tak ikut masuk ke dalam platform blog.

Atau bisa langsung, dengan cara Paste As Plain Text (klik kanan mouse).

Tambahkan Deskripsi

Deskripsi diperlukan mesin pencari untuk mengetahui apa maksud dari artikel tersebut. Singkatnya, deskripsi itu ringkasan dari keseluruhan artikel.

Anda bisa tulis deskripsi sebanyak 150 sampai 160 karakter (termasuk spasi dan titik koma). Jika terlalu panjang, maka akan terpotong teksnya.

So, tulislah deskripsi jelas, mengandung keyword, dan tak lebih dari karakter tersebut.

Pada platform Blogger, biasanya deskripsi mesti diaktifkan dulu pada panel Setting.

Masukkan Pada Kategori yang Tepat

Dalam sebuah media blog, umumnya para blogger membuat kategori atau kanal-kanal untuk menempatkan postingan sesuai dengan genrenya.

Misalnya Anda menulis tentang “Cara Memberi Makan Ikan Koi” maka Anda bisa masukkan dalam kategori Ikan Hias, atau Hewan.

Yang penting, artikel masih relevan dengan kategori yang sudah Anda buat sebelumnya.

Jika Anda merasa kategori seperti “Hewan” terlalu umum, Anda bisa mempersempitnya dengan membuat Subkategori baru. Jadi, Hewan (induk) -> Ikan Hias (Anak).

Menambahkan Tag

Tag ini sifatnya opsional, bisa Anda cantumkan atau tidak. Pada Blogger, tag biasanya tergabung bersama label / kategori. Sedangkan di WordPress, tag berdiri sendiri.

Fungsi tag juga untuk memudahkan pembaca tentang apa yang sedang Anda bahas. Atau artikel tersebut masih terkait dengan tag tertentu.

Anda bisa merangkai tag yang relevan, misalnya Artikel tentang “Cara Menulis Artikel”, Anda bisa buat tag Cara, Menulis, Blogging, Artikel, Postingan dsb. Anda pasti sudah paham. Yang penting, tag masih relevan dengan isi konten.

Kategori maupun Tag ini, bisa terindeks maupun tidak terindeks, tergantung keinginan si webmaster.

URL

Contoh URL Kece Badai
Contoh URL artikel Kece Badai

Anda bisa custom URL sesuai dengan kebutuhan. URL yang baik adalah yang singkat, yang menjelaskan isi artikel.

Tapi, kalau mau buat url panjang juga oke-oke saja, contohnya portal-portal berita, mereka menggunakan URL dengan format tanggal, bulan, dan keseluruhan isi judul.

Sebisa mungkin, masukkan keyword yang Anda target dalam url ini.

Misalnya judul artikel Anda “10 Pakan Terbaik untuk Burung Lovebird” maka Anda bisa gunakan url: namaweb.com/pakan-terbaik-burung-lovebird/.

Manambahkan Artikel Terkait

JIka Anda memiliki artikel yang terkait dengan tulisan, Anda bisa tambahkan dalam kolom “Baca Juga” atau “Artikel Terkait”, Anda pasti sering lihat beberapa blog menggunakan kolom ini.

Bahasa kerennya, internal link atau tautan internal!

Artikel terkait ini bagus diterapkan, agar pembaca lebih lama bertahan di situs Anda. Semakin lama pengunjung bertahan, bounce rate semakin rendah, alhasil, pejwan Google bisa Anda dapatkan!

Anda bisa tambahkan Baca Juga dengan postingan yang masih satu kategori, satu tag atau masih satu bahasan yang berlanjut. Yang penting, masih relevan dengan isi bahasan.

Bisa dibilang, Baca Juga sebagai bacaan atau referensi tambahan bagi pembaca.

Jika Anda menggunakan interlink yang tidak relevan, sebenarnya tidak masalah, cuma kurang baik secara SEO.

Tautan Eksternal

Cara membuat blog selanjutnya, dengan menambahkan tautan eksternal jika ada.

Tautan eksternal atau Outbond link, merupakan link yang mengarah ke luar website Anda. Hal ini dapat Anda gunakan pada artikel jika memiliki rujukan atau referensi tertentu.

Misalnya Anda menyadur tulisan dari media tertentu, maka sebaiknya gunakan link keluar ini sebagai sumber aslinya.

Atau mempermudah pengunjung berpindah situs yang dimaksud.

Contoh penggunaannya, ada pada kata “Pixabay” yang tertera pada artikel ini. Coba saja cari kata tersebut.

Nah, pada kata tersebut Saya memberikan link aktif yang menuju situs Pixabay, untuk memudahkan pembaca mengaksesnya. Sekaligus informasi tambahan yang mungkin berguna bagi pembaca.

Untuk menjelaskan poin-poin tertentu yang mungkin pemula belum pahami, Saya berikan tautan eksternal pada kata “bounce rate”.

Silahkan cari kata-kata tersebut dan pahami.

Perlu Anda perhatikan, jangan asal menambahkan tautan eksternal ke tempat yang terlarang. Misal situs penipuan atau yang mengandung unsur kejahatan lain.

Jika Anda lakukan, itu sama seperti menyediakan celah bagi pengguna untuk masuk lubang hitam!

Menggunakan Table of Content (Opsional)

Table of Content atau daftar isi, merupakan navigasi yang baik bagi pembaca. Terlebih jika artikelnya panjang dan banyak subjudulnya.

Untuk pengguna WordPress, Anda bisa pasang plugin Table of Content. Buat pengguna Blogger, Anda bisa gunakan kode manual atau membuat jumplink pada tiap postingan.

Intinya, penggunaan TOC ini untuk memanjakan pembaca. Agar mereka lebih mudah lompat kesana-kesini dalam artikel Anda.

Contoh Table of Content
Contoh Table of Content salah satu artikel Kece Badai

Cek Ulang Sebelum Terbit

Sebelum menerbitkan sebuah artikel, biasakan untuk cek ulang keseluruhan konten. Seperti typo, kesalahan tanda baca atau format-format yang tidak semestinya, dan lainnya.

Tidak lupa, cek keyword-keyword yang terkait, apakah berlebihan atau masih dalam tahapan wajar. Ingat, kebanyakan keyword dalam teks, membuat tulisan jadi tidak enak dibaca.

Dari pada membanjiri postingan dengan fokus keyword yang itu-itu saja, mending gunakan sinonimnya atau yang masih berkaitan. Mesin pencari juga akan menganggap itu keyword relevan.

Terbitkan, Indeks dan Bagikan

Ketika semua sudah berjalan sempurna, waktunya untuk menerbitkan postingan!

Sebenarnya sampai pada tahap penerbitan postingan, panduan cara membuat artikel untuk blog sudah selesai. Namun, jika sampai diterbitkan saja, siapa yang mau baca?

Oleh karena itu, Anda perlu indeks, serta mempromosikan tulisan yang Anda buat.

Setelah terbit, ada baiknya untuk minta pengindeksan pada search console yang sebelumnya sudah terdaftar. Jika berlum terdaftar, Anda bisa lihat panduan webmaster untuk memulainya.

Gunanya pengindeksan, agar mesin pencari cepat-cepat melirik artikel kita untuk masuk dalam mesin pencari tersebut.

Saat artikel sudah masuk list search engine, maka pengunjung dapat menemukan artikel kita. Tapi kalau masuk ke halaman teratas ya!

Namun selama cara membuat artikel Anda benar, original (tidak copas), blog punya authority yang bagus, serta artikelnya benar-benat bermanfaat, yakinlah suatu saat postingan bakal muncul pada peringkat teratas mesin pencari!

Setelah preoses indeks, tak ada salahnya promosikan hasil tulisan yang Anda buat. Anda bisa bagikan ke medsos-medsos yang masih berkaitan.

Ingat, jangan nyepam dengan menyebarkan postingan pada grup atau bahasan yang tidak relevan. Bisa-bisa domain Anda kena blok!

Minta bantuan teman atau kerabat untuk bantu share artikel Anda. Jika apa yang Anda tulis bermanfaat, tentunya orang lain akan sukarela membagikan postingan Anda.

Saya rasa cukup penjelasan singkat mengenai bagaiman cara membuat artikel untuk blog. Semoga ulasan ini membantu Anda!

Bagikan Artikel Kece Badai