Kece Badai » Umum » 7 Kota Terhijau di Dunia yang Ramah Lingkungan

7 Kota Terhijau di Dunia yang Ramah Lingkungan

Kota dengan pemandangan hijau sepanjang mata memandang? Siapa yang tak mau tinggal? Seperti kota terhijau di dunia ini!

Nyatanya, banyak kota-kota besar maupun kecil di dunia ini yang lebih mementingkan struktur bangunan megah nan futuristik, ketimbang ramah lingkungan.

Namun, masih ada kok kota yang mementingkan ruang terbuka hijau. Seperti kota terhijau di dunia berikut ini!

1. London

London kota terhijau di dunia
London, Inggris

Meskipun memiliki predikat kota besar di Inggris yang syarat dengan bangunan megah, nyatanya tak membuat London melupakan ruang terbuka hijau mereka.

Di kota ini, Anda dapat menemukan lebih dari 14 hektar ruang terbuka hijau. Itu terdiri dari taman, habitat satwa liar, cagar alam, kebun dan ruang terbuka.

Ruang hijau tersebut memberikan keanekaragaman hayati yang lebih baik, aliran air hujan yang lebih sedikit, polusi yang lebih sedikit, dan kualitas udara yang lebih baik.

Pada kota ini juga terdapat The London array, ladang angin yang terletak di Kent, tenggara Inggris. Ladang angin ini juga menjadi yang terbesar di dunia.

Ladang angin besar ini menghasilkan daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan 25% dari semua rumah wilayah London. Proyek energi terbarukan ini juga mengurangi emisi karbon kota dengan persentase yang lebih besar.

Selain itu, di London Anda juga bisa melihat ratusan bus hybrid di jalan kota. Sungguh sebuah kota besar modern yang ramah lingkungan!

2. Reykjavik

Reykjavik
Reykjavik, Islandia

Ibukota Islandia, kota Reykjavik memiliki sistem pemanas geo-termal terbesar sejagad raya. Ada total 30 gunung berapi aktif pada negara ini. Hal itu menyebabkan Islandia bergantung pada energi hidrotermal daripada bahan bakar fosil. Faktanya, 100 persen kebutuhan listrik kota Reykjavik berasal dari sumber energi hidro-geothermal.

Ketersediaan tenaga panas bumi yang tinggi juga menjadi nilai lebih, karena dapat memenuhi kebutuhan air panas sebagian besar penduduknya. Maklum saja, Reykjavik mengalami iklim dingin yang konsisten.

Penggunaan sumber energi terbarukan ini juga menjauhkan kota dari emisi karbon dioksida yang berlebihan.

3. Vancouver

Vancouver
Vancouver, Kanada

Selanjutnya Vancouver, Kanada, masuk dalam deretan kota terhijau di dunia. Selain itu, kota ini juga menjadi yang paling layak huni.

Bagaimana tidak, kota ramah lingkungan ini terus mengutamakan lebih banyak sumber energi terbarukan untuk menurunkan emisi karbon dioksida ke tingkat terendah. Artinya, kota ini sangat concern terhadap lingkungan hidup.

Pemerintah kota dan penduduknya pun memiliki visi ambisius untuk menjadikan Vancouver sebagai kota terhijau di dunia. Mereka juga membentuk tim yang bernama GCAT (Greenest City Action Team) untuk mencapai misi tersebut.

Saat ini pemerintah kota secara signifikan memperluas infrastruktur bersepeda. Jumlah kendaraan listrik dan stasiun pengisian daya juga meningkat drastis dari tahun ke tahun.

4. Amsterdam

Amsterdam
Amsterdam, Belanda

Kota terhijau di dunia selanjutnya adalah Amsterdam, Belanda. Bersepeda merupakan transportasi favorit penduduk Amsterdam, tak heran kalau tingkat polusinya begitu rendah.

Kota indah ini memiliki infrastruktur yang meliputi jaringan kanal dan jalan sempit. Jadi, bersepeda adalah moda transportasi terbaik untuk berkeliling Amsterdam.

Faktanya, kota ini memiliki lebih banyak sepeda daripada populasinya!

Pemerintah kota juga memulai proyek khusus bernama Amsterdam Smart City pada tahun 2009. Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan menghemat energi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak berwenang mendorong daur ulang limbah, pemasangan panel surya, mobil listrik, layanan bus, serta lebih banyak rute bersepeda dan stasiun pengisian daya pada daerah pelabuhan.

Mayoritas penduduk Amsterdam menggunakan energi dengan tenaga panel surya dan turbin angin skala kecil. Sebagian besar rumah tangga juga sudah terpasang sistem hemat energi untuk menghemat listrik.

5. Helsinki

Helsinki
Helsinki, Finlandia

Next, Helsinki, ibu kota Finlandia adalah salah satu kota paling hijau di Eropa, sekaligus kota terhijau di dunia.

Kota ini terdiri lebih dari 310 pulau. Beberapa dari pulau ini terkenal dengan pantai berpasir yang indah.

Rencana pemerintah untuk membangun taman tenaga angin lepas pantai menunjukkan pengelolaan energi yang lebih positi untuk kota.

Ibu kota inlandia ini juga terkenal dengan proses daur ulang tingkat tinggi. Hal itu tidak hanya mengurangi polusi, tetapi juga memenuhi kebutuhan energi dalam kota.

Dalam hal transportasi, mayoritas warga lebih memilih bersepeda atau berjalan kaki untuk bersekolah, ke kantor atau bepergian kemanapun. Tidak aneh kalau kota ini memiliki udara sangat segar!

6. Stockholm

Stockholm
Stockholm, Swedia

Ibu kota Swedia, Stockholm yang indah, berkomitmen untuk menjaga kota agar tetap hijau dan bersih. Kota ini mencakup area seluas 6.519 kilometer persegi dan sepertiga dari luas daratannya adalah ruang hijau.

Kota ini memiliki total 12 taman besar. Penduduk akan mendapat dukungan dari pemerintah kota untuk menyiapkan ruang hijau pada lahannya. Ibu kota Swedia ini juga merupakan kota pertama yang mendapat penghargaan European Green Capital pada tahun 2010.

Kota Skandinavia ini juga terkenal dengan daur ulang sampahnya. Mereka mengubah limbah menjadi biogas. Pemerintah fokus untuk meningkatkan produksi biogas pada tahun-tahun mendatang, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Menariknya, Kota ini juga memiliki visi untuk menjadikan kota ini bebas bahan bakar fosil pada tahun 2050.

Menariknya, kota ini juga memiliki rekor pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 25% sejak tahun 1990. Itu karena kota mengandalkan infrastruktur bersepeda yang terawat dengan baik. Anda dapat menyewa sepeda kota untuk berkeliling kota. Ada ratusan stasiun sepeda yang tersebar seluruh kota.

7. Copenhagen

Copenhagen
Copenhagen, Denmark

Satu lagi kota besar Skandinavia yang masuk deretan kota terhijau di dunia, Copenhagen, Denmark.

Kota ini memiliki udara yang begitu bersih, serta begitu ramah lingkungan. Hal itu terwujud dengan sistem transportasinya yang sangat ramah lingkungan.

Bayangkan saja, hampir separuh penduduk Copenhagen sangat suka bersepeda, sehingga dalam urusan tingkat emisi karbon dioksida, kota ini sangat rendah.

Ada lebih dari 100 pusat penyewaan sepeda seluruh Kopenhagen. Kota ini juga menawarkan skema berbagi sepeda gratis.

Bersepeda atau berjalan kaki adalah cara terbaik untuk menjelajahi kota yang indah ini. Ada juga layanan perahu bertenaga listrik dan bertenaga surya yang ramah lingkungan. Bahkan, kota ini berusaha menjadi negara netral karbon pada tahun 2025.

Denmark juga terkenal karena sistem daur ulang dan pengomposannya, sehingga negara ini dapat mengurangi konsumsi energi dan polusi.

Dari segi penggunaan sumber daya tak terbarukan, Copenhagen sedang fokus dalam peningkatan jumlah turbin angin lepas pantai. Sehingga, kota ini dapat menekan penggunaan minyak dan gas.

Orang Denmark juga percaya bahwa bangunan hemat energi adalah keharusan untuk membangun kota yang ramah lingkungan. Jadi, Denmark terus menggencarkan pemasangan sistem pemanas, jendela dan panel surya yang lebih canggih pada gedung.

Kopenhagen juga bertujuan untuk membangun lebih banyak pembangkit listrik tenaga biogas untuk tahun-tahun mendatang.

Pembangunan lebih banyak pembangkit listrik energi terbarukan, akan membantu mengurangi konsimsi bahan bakar fosil.

Tak heran, kalau para pelancong akan dengan mudah menemukan sejumlah hotel dengan konsep ramah lingkungan di Copenhagen. Bahkan, lebih dari 71 persen kamar hotel yang ada, sudah bersertifikasi ramah lingkungan.

Baca Juga: 10 Perpustakaan Terbaik dan Termegah di Dunia

Kalau Anda punya waktu dan kesempatan, tak ada salahnya berkunjung ke salah satu kota terhijau di dunia tersebut. Siapa tahu dapat memberi inspirasi tentang penghijauan.

Bagikan Artikel Kece Badai